Mungkin dirasa berbeda dengan proyek komersil, proyekrumah tinggakl memnpunyai sisi 'kemanusiaan' yang serius.
Sebuah rumah adalah salah satu kebutuhan primer setiap individu, kebutuhan akan shelter. Maka wajar bila kita menjumpai bahwa orang akan mengerahkan segala kemampuannya dalam membangun rumah tinggal. Kita juga tahu, bahwa biaya tersebut akan ditanggung, untuk yang menggunakan KPR, selama 15 tahun!
Disisi lain, kita 'dibayar' untuk membantu mewujudkan proyek tersebut, sesuai dengan nilai proyek itu sendiri. Jadi proyek rumah mewah, tentu akan memberikan kita income yang baik, sementara proyek rumah itnggal kecil dan sederhana, mengakibatkan, well, fee yang juga 'sederhana'. Pertanyaannya, bagaiman sikap kita menghadapi proyek kecil ini?
Saya telah mendesain rumah tinggal dari budget 150 juta, sampai 15 milyar rupiah, dan inilah kesimpulan saya; semua sama pentingnya, semua sama 'beratnya', semua sama 'problemnya'.
Intinya, semua sama pentingnya dimata sang klien. Siapapun klien kita.
Saya ibaratkan proyek rumah tinggal adalah operasi jantung, mulai dari presiden, konglomerat, artis sampai tukang sapu, adalah nyawa manusia. Perlakukan dengan sama, siapapun klien anda, perlakukan dengan respect.
Wednesday, November 14, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comment:
Setuju...sampai-sampai jantung kita juga yang kena operasi, as long kita baca bukunya Andrew Matthews, tipsnya : "Be Happy" ....it's not depend on condition, it's related with our choice.
Post a Comment