Thursday, November 29, 2007

Masterpiece?

Semua yang berkarya ingin memiliki hasil yang luar biasa. A Masterpiece.

Tentu dapat menghasilkan sebuah masterpiece adalah sebuah prestasi, namun dilain pihak, mengharapkan masterpiece ini terjadi merupakan masalah tersendiri bagi kita. Mengapa?

Sebuah masterpiece itu 'tercipta' bukan di'ciptakan'. Masterpiece terjadi begitu saja, tidak bisa di kreasikan.

Yang menjadi masalah bila kita takut untuk berbuat salah, karya kita haruslah merupakan karya yang hebat dari kita. Pada satu sisi pemikiran ini tentunya sangat bagus untuk motivasi kita, namun, rasa takut atau over-react dalam proses mendesain ini justru akan menghasilkan sebuah karya yang tidak kita banggakan.

Madonna, memulai hits nya dengan lagu "like a virgin", not a masterpiece at all. Hits, memang. Namun bukan karya yang hebat, seperti misalnya "like a prayer" yang muncul bertahun-tahun kemudian.

Di lain seniman, Bjork misalnya, memulai karirnya dengan album yang secara kritis dianggap bagus, namun yang membuatnya menjadi ''terkenal' justru lagu "oh so quiet" yang perlu dicatat bukan typical style Bjork (walau roots musical jazzy sebenarnya ada di dia).

Pearl Jam, mempunyai masalah yang besar, bukan karena karya mereka bagus, namun album pertama mereka adalah sebuah, masterpiece. Saya masih ingat reaksi mereka pada saat menerima Grammy, panik, takut tidak bisa mengulangnya kembali. Hard to say, memang begitu.

Seal, album ke-2 nya benar-benar bagus. Sehingga album sesudahnya tampak tidak bisa sejajar dengan album masterpiecenya tersebut.

Persamaan dari para seniman kelas dunia tersebut adalah, sebuah masterpiece tidak bisa diprediksi, direncanakan, sebuah masterpiece terjadi begitu saja. Jangan sampai keinginan untuk menghasilkannya justru membuat kita takut.

No comments: