Friday, November 16, 2007

Desain Orisinal?

Kita dilatih agar menjadi ‘diri sendiri’ atau kalau bisa, se-oringinal mungkin. Ada yang memang karakter sang arsitek sudah ‘original’ dari ‘sono’nya, namun ada juga yang berusaha untuk menemukan jati diri/ desainnya melalui berbagai proses. Namun pertanyaannya adalah; bila akhirnya pada satu saat nanti kita sudah menemukannya, bagaimana bila yang terjadi adalah; faham desain yang kita usung tersebut, tidak diterima oleh masyarakat?

Ada yang mengatakan, profesi arsitek berbeda dengan profesi seniman. Karena seniman pada dasaranya, focus kepada ‘ekspresi’ dirimereka, sementara kita adalah ‘applied art’ dimana kita adalah bagian dari solusi sebuah proyek, jadi self expression di arsitektur sangat sulit terjadi.

Kenyataan yang ada sebenarnya justru diluar perkiraan kita. Seniman memang menghasilkan karya yang ‘murni’ dari hasil pemikirannya, namun, seniman yang sukses, adalah seorang seniman yang menghasilkan karya yang dapat dinikmati orang lain.

Akhirnya pada prinsipnya, seniman maupun arsitek, masing-masing dari profesi ini membutuhkan ‘audience’. Maka, kita pun jangan sampai terjebak dalam total self expression yang tidak dapat dimengerti atau dinikmati khalayak.

Lalu apakah kita harus menghindari desain orisinal kita?

Well, ada dua cara. Satu, kita me-modify desain tersebut, menjadi kompisisi yang lebih dapat diterima (tidak extrim), atau, kita mencari ‘publik’ kita sendiri.

No comments: