Ide sudah ada. Sketsa sudah beres. Gambar denah/tampak sudah beres. Kita tinggal membuat presentasi. Kita liat, amati, lalu ada pertanyaan yang muncul, apakah ini desain yang bagus? Apakah klien akan menerima ide kita ini?
Pertama-tama, pastikan apa yang kita pikirkan. Bila pertanyaan itu muncul (“ini desain sudah bagus gak ya”) maka jawaban yang bisa kita pastikan, pasti ada yang tidak beres. Kita secara tidak sadar terus menilai apa yang kita lihat.
Hal yang kedua adalah, pastikan posisi kita dalam mendesainnya. Apakah desain ini untuk memberikan apa yang kita anggap baik, ataukah kita membuatnya untuk kepentingan klien?
Seniman menjadikan 2 sisi ini berbeda, mereka dapat menghasilkan karya yang mereka anggap jati dirinya, juga di sisi lain, mereka menerima ‘commission’, yaitu pekerjaan yang memang diminta oleh sang klien. Lukisan ‘potret’ adalah salah satu contoh pekerjaan ini.
Dari situ kita bisa mempunyai set point of view yang bisa kita gunakan untuk menilai desain kita sendiri.
Saya selalu mengatakan kepada sang klien; Setiap proyek yang sukses, harus minimal membuat salah satu diantara kita senang, saya sebagai desainer, atau anda sebagai klien. Proyek yang buruk adalah, sebuah proyek yang tidak diakui oleh kedua belah pihak sabagai ‘karya’nya.
Friday, November 16, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment